Desember 31, 2015

ENVY adalah malapetaka

BY R. IRINNE DEVITA ARIANY IN , No comments


Gak pernah sedikitpun gua punya niat iri sama orang. Karna yang gua tau, kalau lu iri berarti lu gak bahagia sama hidup lu. Tapi sampai detik ini gua sangat amat bersyukur sama hidup gua, meskipun banyak perihnya tapi gua sangat menikmati itu. Karna rasa sakit itu perlu dirasakan.
Envy.
Tau gak sih kenapa sekarang orang makin gak bahagia, makin stres? Ya karna envy itu. Mereka selalu melihat rumput tetangga yang lebih hijau, jadi gak punya waktu biat main di halamannya sendiri.
Dan menurut gua, tingkat stres manusia dari tahun ke tahun makin tinggi aja. Kenapa? Nyadar gak sih kalau media sosial itu bikin orang yang tadinya gak bisa lihat rumput tetangga, sekarang malah bisa leluasa keluar masuk halaman tetangga? Thats the point. Media sosial yang mem-blow up segala macam kegiatan kita dari yang penting sampai yang gak sama sekali bisa bikin orang lain envy. Dan itu bisa jadi mala petaka loh.
Gara-gara envy, orang bisa aja jadi depresi berat karena gak bisa kayak rumput tetangga. Dampak yang paling sering ditemui adalah adanya kegalauan, dan parahnya bisa berujung kematian. Bunuh diri. Kalau mereka yang gak bisa ngendaliin dirinya, ini bisa jadi masalah serius hii serem.
Tapi gua ngomong gini bukan berarti gua gak pernah envy sama orang. Gua bukan manusia suci yang luput dari dosa kok. Gua juga pernah envy. Ubek-ubek aja tulisan gua, kalian pasti tau.
Mau tau caranya ngadepin envy biar gak jadi malapetaka? Check out my next post.

- Ren Solo

0 komentar:

Posting Komentar