Desember 31, 2015

Page 365 of 365

BY R. IRINNE DEVITA ARIANY IN , , , 1 comment

Sebuah epilog.
Dan disinilah gua. Bersama kesendirian.
Banyak yang terjadi mulai dari lembar pertama hingga sampai ke halaman ini. Tawa, tangis. Kini melebur dalam satu halaman yang sebentar lagi akan terbakar bersama waktu.


Di awal tahun, banyak kebahagiaan yang gua dapatkan.
The Special One.
Terimakasih Tuhan gua masih sama dia saat berumur 21. Terima kasih sudah memberikan orang paling baik, paling pengertian, paling paling paling....(gua gak bisa nerusin lagi maaf..) meski itu hanya pinjaman-Mu.
Family.
Terima kasih Tuhan di tahun yang baru ini kami masih utuh. Dan inilah kesempatan gua buat menjadi anak yang lebih dewasa dan bisa menghidupi minimal diri sendiri.
New Family.
Sebuah karunia terindah gua bisa dapetin keluarga baru di tahun ini. BEM FEMA Terasa Manis dan Kominfo Cantik. Keluarga yang selama setahun ini mewarnai hidup gua. Naik turunnya hidup gua. Pemberi semangat saat down.
Friends.
Teman. Seneng punya temen yang luar biasa gila. Gak jaim. Gak tau malu. Orang-orang yang isi otaknya gak bisa ditebak dan bisa selalu bikin gua ketawa meskipun tugas lagi menumpuk ataupun ada cobaan seberat apapun itu.
Kepercayaan.
Dipercaya sebagai kepalanya departemen kominfo. Meski sedikit ragu di awal, tapi akhirnya gua ngejalanin ini dengan sangat enjoy. Banyak banget pelajaran berharga yang bisa gua dapetin. Dan ini menjadi batu loncatan gua hingga gua sampe ke titik ini.

Pertengahan tahun mulai datang, tantangan baru pun menghadang.
Kuliah.
Semester paling mematikan itupun tiba. Semester lima. Semester dengan SKS dan jadwal terpadat. Deadline terbanyak. Tugas akhir teribet. Turun lapang termengerikan. Kejenuhan maksimal. Tapi gak nyangka justru di saat ini nilai gua malah paling bagus dari semester-semester sebelumnya. Alhamdulillah.
KKN-P
Satu kata yang menakutkan di tahun ini. Semua orang rasanya enggan melaluinya. Dua bulan terasa dua abad yang tak kunjung kelar. Hidup dengan sekelompok orang baru yang bahkan gak kita kenal. Tinggal di lingkungan baru yang bahkan sangat asing. Tapi itu cuma lagak di awal. Di penghujung jalan kami justru merengek gak mau pulang. Yang sudah pulang pun masih berkali-kali bolak-balik temu rindu.
Karir dan bisnis.
Gua mulai memberanikan diri menghidupkan bisnis online gua lagi. Namun kali ini dengan komoditi dan strategi yang berbeda. Alhamdulillah memiliki respon yang baik.
Fangirl.
Tahun ini adalah tahun terbaik bagi hidup gua sebagai fangirl. Karna di tahun ini gua berhasil ketemu dengan empat idola gua. Bukan cuma itu, dua konser yang gua hadiri juga merupakan keberuntungan gua. Gua berhasil nonton tanpa perlu mengeluarkan uang yang besar. Rejeki atau gua menyebutnya hadiah dari Allah karna gua udah sabar di tahun ini. Satu konser lainnya gua tonton dengan orang yang gak pernah gua lupa. Dan satu idola lainnya ketemu di kampus.

Perahu ini berjalan terlalu cepat, ternyata penghujung tahun sudah di depan mata
New Son.
Akhirnya gua bisa menghasilkan anak gua sendiri. Anak hasil dari kesabaran dan kerja keras gua dari awal tahun. Gua berhasil memberikan adik buat laptop gua terdahulu. Dan senangnya, meski tetap ada sokongan dana dari nyokap, gua bisa membeli ini dengan rupiah yang gua hasilkan sendiri.
Six.
Sebuah angka yang gua tunggu dari awal tahun. Bahkan gua sudah menyiapkan folder bernama ‘Project 6’ berisi sesuatu yang harusnya gua bikin. Tapi ini baru setengah jalan, dan.....
Oh.
Inilah akhir 2015 gua. Setelah gua diberikan kesenangan dan rejeki berlimpah di awal tahun, inilah saatnya gua menghadapi cobaan. Ini berakhir. Gua dan the special one. Gak ada yang tersisa. Dan gua menutup lembar ke 365 ini dengan kesendirian. Dalam sebuah kamar berukuran 2,5 x 2,5 m. Ditemani kegelapan dan musik yang mengiringi jari gua menari di atas papan kunci.

Page 365 of 365, 23:59:59.

THE END.

CARA JITU MENGHADAPI ENVY

BY R. IRINNE DEVITA ARIANY IN , , 1 comment


1.       Resapi apa yang di envy-in
Kalau kalian seneng banget ngeliat rumput tetangga yang lebih hijau, kalian harus tau sebab musabab kenapa si rumput tetangga itu lebih hijau. Misalkan, temen kalian baru aja dibeliin mobil baru terus kalian envy, padahal kalian cuma anak dari keluarga sederhana. Please itu hal yang gak perlu di envy-in guys karena wajar aja mereka itu berduit. Contoh lainnya, misalkan kalian di sekolah/kuliah/tempat kerja envy sama orang yang temennya banyak banget bahkan ampe tumpeh-tumpeh, sedangkan kalian enggak. Coba diresapi, apa yang menyebabkan kalian gak ditemenin, apa karna kalian gak asik, kalian bau, kalian gak cocok, etc. Intinya, kalian harus tau kenapa orang yang kalian envy-in itu bisa dapetin itu, dan kenapa kalian enggak. Jangan envy tanpa alasan.
2.       Tau diri
Setelah kalian tau semua alasannya, kalian juga harus paham batasannya. Tau batasan diri kalian dan tau siapa kalian. Kalau ngelanjutin contoh kasus envy mobil tadi, kalian berarti harus tau batasan dari mana keluarga kalian. Apakah emang dari keluarga yang sederhana tanpa kemewahan, atau mungkin dari keluarga mampu tapi emang gak suka yang berlebihan. Jadikan batasan diri kalian itu sebagai penghalang envy lebih jauh. Karena setelah tau ini, kalian pasti paham kenapa kalian gak dapeti hal yang sama kayak orang yang di envy-in.
3.       Jangan jadi orang lain
Be your self! Jangan pernah memaksakan apa yang gak seharusnya jadi takdir kalian. Berusaha boleh, tapi tetap di garis batas, jangan pernah jadi orang lain. Contohnya dari kasus envy temen banyak. Supaya kalian punya banyak temen, kalian memaksakan untuk berubah jadi lebih gaul. Padahal gaya hidup gaul gak sesui sama kalian, atau mungkin gak sesuai sama dompet kalian. Yang ada malah bangkrut dan gak bisa makan loh. Tetaplah tau siapa diri kalian dan jadi diri sendiri aja. Mungkin emang temen-temen kalian yang itu gak sesuai sama tipe kalian. Carilah temen-temen yang setipe, ikut komunitas yang kalian sukai atau jadi hobi kalian. Disana kalian akan menemukan orang-orang yang tipenya sama kayak kalian. Gak perlu jadi orang lain kan?
4.       Asikin aja
Kalau ketiga tahap tadi udah kalian laluin, tinggal asikin aja! Nikmatin setiap momen orang-orang yang gak kalian dapetin. Itu bisa jadi motivasi kalian, bukannya di envy-in. Ikut seneng dengan apa yang orang lain punya atau dapetin, itu berarti kalian bersyukur sama hidup kalian, dan berdoalah supaya kalian kelak akan dapet kebahagiaan yang lebih dari itu. Tapi jangan pernah berenti berusaha buat dapetin apa yang kalian mau, tapi tetep tau diri yaaa.
Nah itu dia yang bisa gua kasih. Semoga bisa membantu mengurangi tingkat bunuh diri di Indonesia ya hehe. Envy boleh, asal jangan dijadiin malapetaka. Happy new year guys!

- Ren Solo

ENVY adalah malapetaka

BY R. IRINNE DEVITA ARIANY IN , 1 comment


Gak pernah sedikitpun gua punya niat iri sama orang. Karna yang gua tau, kalau lu iri berarti lu gak bahagia sama hidup lu. Tapi sampai detik ini gua sangat amat bersyukur sama hidup gua, meskipun banyak perihnya tapi gua sangat menikmati itu. Karna rasa sakit itu perlu dirasakan.
Envy.
Tau gak sih kenapa sekarang orang makin gak bahagia, makin stres? Ya karna envy itu. Mereka selalu melihat rumput tetangga yang lebih hijau, jadi gak punya waktu biat main di halamannya sendiri.
Dan menurut gua, tingkat stres manusia dari tahun ke tahun makin tinggi aja. Kenapa? Nyadar gak sih kalau media sosial itu bikin orang yang tadinya gak bisa lihat rumput tetangga, sekarang malah bisa leluasa keluar masuk halaman tetangga? Thats the point. Media sosial yang mem-blow up segala macam kegiatan kita dari yang penting sampai yang gak sama sekali bisa bikin orang lain envy. Dan itu bisa jadi mala petaka loh.
Gara-gara envy, orang bisa aja jadi depresi berat karena gak bisa kayak rumput tetangga. Dampak yang paling sering ditemui adalah adanya kegalauan, dan parahnya bisa berujung kematian. Bunuh diri. Kalau mereka yang gak bisa ngendaliin dirinya, ini bisa jadi masalah serius hii serem.
Tapi gua ngomong gini bukan berarti gua gak pernah envy sama orang. Gua bukan manusia suci yang luput dari dosa kok. Gua juga pernah envy. Ubek-ubek aja tulisan gua, kalian pasti tau.
Mau tau caranya ngadepin envy biar gak jadi malapetaka? Check out my next post.

- Ren Solo

Cara Menghadapi Keluarga Broken Home

BY R. IRINNE DEVITA ARIANY IN , , 1 comment



Sebenernya gua gak mau nulis 'keluarga broken home', karena sebuah 'keluarga' gak ada yang broken. Kalau udah broken ya berarti itu bukan 'keluarga' namanya (coba lihat tulisan gua tentang family). Gua pakai judul ini supaya bisa tepat sasaran ke anak-anak yang mungkin butuh semacam pencerahan. 
Langsung aja guys, ini tips nya.

1.       Sabar dan ikhlas
Sabar adalah kunci lo bisa bertahan. Ikhlas adalah gantungan kunci yang bisa lo pake supaya gak kehilangan kunci (sabar) lo itu.
Jadi gini, kalau orang tua lo sering bertengkar ataupun (maaf) sudah berpisah, lo tetep harus sabar karena hidup lo gak berenti disitu. Dan lo harus ikhlas karena lo harus ngelanjutin sisa hidup lo itu.
2.       Ibadah
Ini yang penting. Jangan sampai lo lupa sama Tuhan lo. Oke mungkin lo bukan tipe orang yang alim, maka lo boleh sekedar berdoa biar masalah lo bisa diringankan. Dan kalaupun lo bisa taubat, itu jadi nilai plus buat lo. So, keadaan ini bisa dijadikan hidayah buat lo.
3.       Jangan stres
Oh God gua paham banget gimana stresnya lo saat harus ngadepin ini. Apalagi di saat lo banyak kerjaan atau tugas dari tempat kerja/kuliah/sekolah. Biar lo ga makin stres, mending cari tempat-tempat yang tenang buat ngerjain kerjaan lo itu, selain itu lo juga bisa nenangin pikiran selagi di tempat itu.
4.       Jangan melampiaskan emosi dan stres di sembarang tempat
Ini nih yang jadi momok menakutkan anak yang gak merasakan adanya keluarga. Ada yang nyasar ke narkoba, seks bebas, ataupun hal-hal negatif lainnya. Kalau lo mau melampiaskan apa yang lo rasain di rumah, mending di tempat/media yang tepat.
Nulis
Kalau lo pengen maki-maki orang atau pengennya marah-marah, coba deh nulis atau bikin blog berisi curahan hati lo, siapa tau bisa dijadiin buku atau blog lo jadi beken dan lo bisa dapet saran/sharing dari pembaca blog lo.
Olahraga
Kalau lo pengen ngeluapin emosi lo, coba deh olahraga. Lari, tenis lapang, berenang, bola/futsal, basket bisa jadi salah satu alternatif olahraga yang bisa bikin emosi lo tersalurkan. Selain bisa puas ngelimpahin emosi lo pada sesuatu yang negatif, poin plus nya lo bisa makin sehat.
Ngelukis/ngedesain
Kalau lo pengen keluar dari mood lo yang kacau, coba buat ngelukis-lukis abstrak sesuai keadaan emosi lo. Lo bakal nemu warna-warna baru biar otak dan pikiran lo gak leabu lagi, selain itu bisa aja lukisan lo bernilai tinggi dan lo bisa jadi seniman kece.
Hangout with your friend
Ini dia jurus paling jitu. Nonton, karaokean, jalan-jalan atau ngelakuin hal asyik lainnya. Tapi satu kuncinya, lo harus main bersih. No drugs, no alcohol, no smoking, no free sex. Nikmatin aja setiap detik hidup lo tanpa harus ngerusak masa depan lo.
5.       Komunikasi
Dalam berbagai hal, komunikasi sangat dibutuhkan.
Pertama, komunikasi ke orang tua lo, baik itu yang bertengkar ataupun yang sudah berpisah. Ngobrol ke mereka apa yang perlu diomongin, omongin juga masalah ini dari sudut pandang lo, omongin juga perasaan dan keadaan lo saat itu. Mungkin dengan komunikasi ini bisa merubah keadaan jadi lebih baik.
Kedua, komunikasi ke adik atau kakak lo. Kalau lo punya adik lo harus nguatin dia dan bikin dia jangan stres, lindungin dia, suruh dia ikutin step-step ini juga. Kalau lo punya kakak, curhatin apapun yang lo rasain, minta juga nasihatnya siapa tau kakak lo bisa mengganti posisi orang tua lo buat sementara.
Ketiga, komunikasi ke saudara/sahabat/pacar/temen, pokoknya orang yang paling lo percaya. Ceritain masalah lo, karna dengan cerita seenggaknya beban lo akan sedikit berkurang. Siapa tau mereka juga bisa ngasih solusi.
6.       Jangan menyalahkan siapapun
Terakhir, jangan pernah nyalahin siapa pun. Baik itu diri lo, orang tua lo, apalagi Tuhan lo. Karna dengan nyalahin orang gak akan bikin semua keadaan akan lebih baik lagi. Yang lo butuhkan adalah percaya akan ada hal yang lebih baik dibalik ini dan lo harus jalanin hidup lo buat dapetin hal baik itu.
That all beberapa tips dari gua. Semoga membantu dan semoga kita semua bisa mempunyai sebuah 'keluarga'.

-Ren Solo

Desember 22, 2015

MEDIA ADVOKASI: #MelawanAsap, Dimana Merah Putihku?

BY R. IRINNE DEVITA ARIANY IN , , , 1 comment

Rasanya basi, bikin postingan galau mulu.
Sesekali blog ini perlu hidup supaya laba-laba gak bersarang di sudut html blog.

Kali ini gua mau share satu hasil poster gua,
Poster ini gak kaya poster yang biasa gua bikin.
Dari tema, teknik, warna, font, bukan ine banget.
Ini adalah poster advokasi untuk tugas Manajemen Komunikasi Antar Budaya (MKAB)


Tema: #MelawanAsap, demi melihat Merah Putih-ku | Source gambar: google | source data: google


Mau tau gimana langkah-langkah membuat poster advokasi? Ini nih gua kasih tau trik nya.


  1. Langkah membuat materi komunikasi advokasi yang baik:
  • Menentukan isu dan isi pesan advokasi, yang memiliki memiliki unsur berikut
  • Pernyataan. Ide sentral dari pesan
  • Bukti. Dukungan fakta untuk pernyataan
  • Contoh. Menyentuh perasaan.
  • Aksi. Apa yang harus dilakukan pendengar atau pembaca setelah mendapatkan pesan advokasi 
2. Pembuatan media komunikasi, yang memiliki unsur berikut: 
  • Sederhana, singkat dan padat informasi 
  • Menggunakan bahasa yang sesuai 
  • Menggunakan warna yang mecolok
  • Memperhatikan konsep, layout, tipografi dan pemilihan gambar yang tepat
3. Menentukan saluran atau media yang digunakan (radio, televisi, flyer, konferensi pers, lokakarya dan sebagainya)


Sumber: Slide MKAB PB-12  Komunikasi Untuk Advokasi, http://www.slideshare.net/irawan_afrianto/membuat-poster-yang-baik