Desember 11, 2014

Bertemu 'Pinalti Bodoh' itu Lagi

BY R. IRINNE DEVITA ARIANY IN , , , 2 comments

Ilustrasi
Babak adu penalti adalah babak yang sangat gua benci.
Mungkin kalian bingung kenapa itu terjadi. Hal ini dimulai sejak gua mengikuti turnamen gua saat SMP.
Saat itu gua dan tim memperebutkan juara 3 dan harus melalui babak adu pinalti yang sengit. Gua menjadi penendang terakhir, orang bilang itu sebagai penentu kemenangan.
Namun apa yanggua lakukan adalah sebuah 'Pinalti Bodoh'. Gua tidakberhasil membobol gawang lawan yang sudah berada di depan mata gua. Tapi untungnya tendangan terakhir dari lawan juga tidak masuk dan mengatarkan tim gua menyabet juara 3.
Namun juara 3 yang gua dapat itu tidak serta merta membuat gua senang. Gua gagal. Itu yang terus ada di pikiran gua hingga sekarang ini. sudah beberapa kali turnamen yang mengharuskan adanya babak adu pinalti, dan gua gagal untuk kesekian kalinya. Itu menjadi trauma tersendiri bagi gua, ya 'Pinalti Bodoh' itu.
Trauma itu juga terbawa hingga saat gua menonton tim kesayangan gua. Gua paling tegang dan enggan menonton babak adu pinalti (jika ada). Trauma itu sudah melekat. Padahal dalam latihan atau hanya sekedar main-main untuk menendang, gua pasti bisa membobol gawang. Tapi di saat yang menentukan, gua malah bertemu dengan 'Pinalti Bodoh' selama bertahun-tahun.
Sampaipada malam ini, saat gua harus melalui babak adu pinalti, gua kembali GAGAL melakukannya.Hanya ada 'Pinalti Bodoh' yang muncul.

2 komentar:

  1. Berbeda dari kacamata penendang, dalam penalti seorang kiper kebobolan adalah biasa, bisa baca arah bola dia luar biasa, tidak kebobolan dia the real MVP.. haha

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus