Maret 30, 2014

Watch Out CAPT!

BY R. IRINNE DEVITA ARIANY IN , , No comments

Ban terpasang di lengan. Teriakan dan tepukan semangat selalu diteriakkan. Menggapai bahu yang lainnya untuk memberikan dukungan. Meredam emosi kawan. Bertanggung jawab atas semangat dan pola bermain di lapangan. Berhadapan dengan wasit, meminta toleransi dan keringanan ketika terkena pelanggaran. Protes meminta keadilan. Kapten. Semua itu yang dilakukannya.

Kali ini, gua baru ngerasain yang namanya jadi kapten utama. Pada waktu sekolah dulu, gua menadi kapten kedua setelah teman gua Nina, kapten terhebat sepanjang masa *salam hormat dari gua buat Nina*. Selalu berhati-hati menjaga emosi. Naik-turun menyerang dan bertahan sudah menjadi tanggung jawab gua. Jika bola sudah berada di garis pertahana, berarti itu kesalahan gua, apalagi jika sampai masuk ke gawang, itu benar-benar kecerobohan gua.

Teriakan-teriakan seperti:
AYO!!
SEMANGAT!!
PRESSING! TEMPEL!!
HEY! LIHAT ORANG!!
KALIAN PASTI BISAA!!
WOY! KONSEN!
Selalu gua lontarkan.
 
Ketika kemenangan dicapai, sorak sorai gembira menjadi sebuah pemandangan haru tersendiri bagi seorang kapten. Senyum ceria punggawa menjadi obat lelah pertandingan. Kapten. Semua itu dirasakannya.

Ketika kekalahan harus ditanggung, seakan semua menjadi tanggungjawabnya. Menyalahkan diri sendiri, murung, menyesal, marah, kesal semua menjadi satu. Seolah tidak bisa membangkitkan gairah punggawanya. Kapten. Semua itu dirasakannya.

Tak heran jika kalian melihat seoranng kapten yang lemas lunglai, menangis, meratapi, kesal bahkan marah ketika mengalami kekalahan, Karena itu menjadi tanggungjawabnya ketika di lapangan.
Awas kapten!

0 komentar:

Posting Komentar