Maret 16, 2014

M A M A H

BY R. IRINNE DEVITA ARIANY IN , , No comments


Dengan tangan lembutnya dia bekerja
Dengan tangan lembutnya dia berusaha
Dengan tangan lembutnya dia membesarkanku

Seluruh pengorbanan telah dilakukannya
Bahkan sebelum aku hidup di dunia ini
Sembilan bulan mengandung, tersiksa dengan sakitnya
Diambang hidup dan mati ketika berusaha melahirkanku ke dunia

Tak terhitung peluh dan tangis yang sudah dikeluarjannya untukku
Tak terhitung semua pengorbanan di seluruh hidupnya untukku
Tak terhitung belaian lembutnya untukku

Mamah 

Tak ingin aku melihatmu menderita 
Tak ingin aku melihatmu tersiksa 
Tak ingin aku melihatmu kelelahan 
Tak ingin aku melihat air matamu jatuh 

Mamah 

Aku tak ingin menyusahkanmu 
Aku tak ingin membebanimu 
Aku ingin tumbuh mandiri dan bisa membanggakanmu 
Aku ingin menjadi wanita tangguh sepertimu 

Terimakasih atas segala yang kau berikan, aku tak sanggup membalas 

Kini aku jauh darimu, jarak dan waktu memisahkan 
Setiap malam aku merindukanmu, bahkan aku memimpikanmu

Aku teringat belum sedikitpun membahagiakanmu, membanggakanmu 
Bahkan untuk memberikan perhatian dan kasih sayang, Belum sedikitpun. 

Kini aku sudah dewasa, tidak bisa lagi merengek untuk meminta perhatianmu 
Tidak bisa lagi menangis untuk meminta belaianmu 

Kini seharusnya aku yang memberikan itu semua, semoga belum terlambat 
Ya, tidak ada kata terlambat. Aku sayang Mamah. 

Bogor, 15 Maret 2014

0 komentar:

Posting Komentar