Maret 16, 2014

A Y A H

BY R. IRINNE DEVITA ARIANY IN , , No comments


Seorang yang dermawan 
Seorang yang penuh sabar 
Seorang yang gigih 

Berdiri dengan tegak, 
tanpa peduli apapun yang dihadapinya 
Melindungi dengan cinta, 
tanpa peduli siapapun lawannya 
Melakukan yang terbaik, 
meski menghadapi hal yang mustahil 
Menahan lapar dan tangis, 
meski berat dilalui 

Menyayangi, meski tak terlihat 
Ayah 



Suatu saat dirinya tak mampu membelikan gadis kecilnya mainan. Dengan senyum dan sentuhan sayangnya dia berkata, “nanti ya Nak, ayah belikan kalau sudah ada uang.” Gadis kecil itu tersenyum bahagia dan langsung memeluknya, “iya ayah”

Pada suatu malam, dia harus meninggalka gadis kecilnya ke luar kota. Dengan jerit tangsi gadis kecil itu tidak mengizinkan ayahnya pergi. Dengan senyumnya, dia berkata “ayah gak lama Nak, nanti ayah belikan mainan yaa.” Lalu dia memeluk dan mencium gadis kecil kesayangan nya itu. Kini gadis kecil itu sudah beranjak dewasa.

Kini gadis kecil itu berada jauh dari ayah tercintanya. Gadis itu bernama R. Irinne Devita Ariany.

Tak pernah aku melihat kasih sayangnya. Tak pernah aku melihat perhatiannya. Tak pernh dia memberikanku barang mewah. Tak pernah dia membelikanku hadiah ulangtahun. Tak pernah dia memberikanku mainan yang kuinginkan. Tak pernah dia mengajakku pergi berjalan-jalan. Tak pernah.

TAPI. Tanpa semua itu aku merasakan kasih sayangnya. Merasakan perhatiannya. Merasakan semua hal yang tak pernah diberikan kepadaku. Ayah, aku merasakannya. Aku tau itu.

Sekarang pertanyaanya, pernahkah aku memberikannya kasih sayang? Perhatian? Benda-benda yang diinginkannya? BELUM. Aku belum pernah melakukan semua itu.

Maaf Ayah, aku belum bisa membuatmu senang. Maaf Ayah, aku belum melakukan apa yang seharusnya aku lakukan. Maaf Ayah, maaf.

Semoga belum terlambat. Ya, tidak ada kata terlambat. Aku sayang Ayah.

Bogor, 15 Maret 2014.

0 komentar:

Posting Komentar