Januari 27, 2014

Tolong Bantu Perbaiki Pertanian Kami

BY R. IRINNE DEVITA ARIANY IN , , No comments

Resume

Pertemuan antara beberapa jagawana yang dipimpin Ade Suharso dengan beberapa tokoh masyarakat di Kondolo sangat menyejukkan. Tak ada kesan saling bermusuhan, bahkan ketika dibuka dialog mereka pun dengan lancar mengungkapkan apa–apa yang mereka alami.

Kepala Dusun Kandolo, Manap, mengunkapkan bahwa ia tahu bahwa tugas beberapa jagawana adalah untuk menjaga hutan. Tetapi, warga sendiri terpaksa membuka hutan untuk mempertahankan hidup. Umumnya, masyarakat disini bukan pencari kayu untuk di jual melainkan untuk di bikin menjadi kayu arang. Pekerjaan membuat kayu arang tersebut dilakukan karena warga daerah ini sudh tidak bisa bersawah lagi karena dilanda kekeringa dan hama tikus.

Hal senada juga diungkapkan oleh Andi Mappotolo, tokoh masyarakat Kondolo. Ia mengatakan bahwa petugas hendaknya tidak melarang warga yang benar–benar mencari kayu untuk membuat kayu arang.
Usai pertamuan itu, Ade Suharso mengatakan kepada kompas bahwa dusun-dusun yang sulit ditemui karena para petugas jagawana tidak berani untuk berlama-lama di daerah itu karena mereka dimusuhi. Perlawanan warga tersebut merupakan bentuk penolakan paling keras terhadap upaya Balai TN Kutai melakukan penyelamata konservasi ini.

Namun menurut Ade Suharso, ketegangan tersebut dikarenakan putusnya komunikasi antara kedua belah pihak. Hal senada diakui Tony Suhartono, menurutnya, pengelolaan TN Kutai sekarang ini tidak pernah memperhatikan comunity development trhadap pemukiman di dalam kawasan.
Asumsi itu ternyata salah, sekarang yang sulit dikendalikan justru masyarakat di dalam kawasan, bahkan orang luar pun sudah banyak yang masuk. Masyarakat yang bermukim di kawasan TN Kutai mencapai 15.000 orang atau mencapai 3.000 kepala keluarga.

Kompas menyaksikan, bahwa warga yang mencari kayu arang hanya bisa dihitung dengan jari. Yang banyak terlihat justru perkebunan-perkebunan rakyat secara besar-besaran, penebangan dan pengangkutan kayu ulin, pengkaplingan lahan dan pengusahaan tanah. Para pelaku ini bukan hanya rakyat kecil, tetapi juga orang-orang bermodal dan beberapa oknum Kepala Desa serta Babinsa setempat juga ikut membagi-bagi lahan didaerah ini. Menurut Tonny, warga setempat dengan orang luar sudah ada saling kerja sama dalam pembagian lahan TN Kutai.


Menurut Tony, sebenarnya kita sudah mengetahui siapa-siapa saja yang menjadi pelak perambahan di hutan ini, bahkan polisi juga mengetahuinya. Tetapi penegak hukum tidak dilakukan oleh polisi. Perusahan pertambangan batubara terbesar di Kaltim, perusahan pupuk PT Pupuk Kaltim, dan perusahan kilang pengelolahan gas alam cair PT Badak adalah magnet bagi para pencari kerja untuk terus berdatangan.

Menurut Direktur Yayasan Bina Kelola Lingkugan (Bikal), Adief Mulyadi, persoalan TN Kutai tidak bisa dilihat secara parsial. Beban terbesar yang diterima TN Kutai sejak awal, yakni tidak adanya singkronisasi kebijakan hutan antara pemerintah pusat, pemda Kaltim dan pemda Kutai. Dia juga mengatakan, kebijakan penetapan tiga desa definitif tidak disesuaikan oleh kebijakan pengelolaan TN Kutai. Akibatnya, tidak ada batasan yang jelas wilayah-wilayah desa mereka dan kawasan TN Kutai sendiri. 

Analisis

1. Berdasarkan Tindakan Asosiatif
 
-   Kerjasama
  • Ade Suharso dengan tokoh masyarakat dalam mencari jalan keluar dalam masalah penebangan hutan.
  • Warga setempat dengan orang luar tentang pembagian lahan TN Kutai
  • Tokoh masyarakat menjadi sumber informasi bagi warganya untuk terus melakukan pengkaplingan.
-   Akomodasi
  • Petugas jagawana mendatangani Kades Sangkimah untuk meluruskan persoalan temuan kayu.
  • Konsilisasi yang dilakukan petugas dengan masyarakat 
-   Asimilasi
  • Warga desa yang awalnya bekerja sebagai petani bersama-sama merubah pekerjaan mereka menjadi pecari kayu karena sawah mereka kekeringan.
2. Berdasarkan Tindakan Disosiatif
 
-   Persaingan 
Bantuan dari mitra TN Kutai untuk pembinaan masyarakat hanya di daerah pinggiran buffer zone TN Kutai
-   Kontravensi
Andi Mappotolo menolak petugas untuk melarang warga yang benar-benar hanya mencari kayu untuk membuat arang kayu.
-   Konflik 
Para petugas jagawana dihadang massa dan diancam kendaraan mobil mereka akan dibakar oleh massa.

0 komentar:

Posting Komentar