Januari 27, 2014

“DRUG TRAFFICKER” DARI CIANJUR

BY R. IRINNE DEVITA ARIANY IN , , No comments

Resume artike

Merika Franola alias Ola, wanita yang sudah di vonis mati oleh majelis hakim pimpinan Asep Iwan Iriawan di Pengadilan Negeri Tangerang, terlihat lebih tegar dibandingkan terhukum mati lainnya. Rani Adriani, sepupu dari Ola yang juga terhukum mati itu agaknya terlihat sulit melupakan vonis mati.

Jalan hidup Ola sangat berliku. Setamat SMA dia merantau ke Jakarta dan menjadi disc jocker. Dari pekerjaannya itu, dia mempunyai anak di luar nikah. Dan untuk menghidupi anaknya itu, Ola bekerja sebagai disc jocker  di berbagai diskotek.

Pada Oktober 1997, dia bertemu Tajudin alias Tony yang berasal dari Nigeria. Tony mengaku berbisnis pakaian jadi. Sejak pertemuan itu, mereka semakin dekat kemudian berpacaran dan tinggal bersama hingga akhirnya Ola pun hamil. Mereka pun langsung menikah di Cianjur.

Pada awalnya mereka hidup bahagia, tapi kebahagiaan itu hanya sekejap. Ola sering disiksa, bahkan sempat di rawat di rumah sakit. Namun, Ola mengaku tetap mencintai Tony. Ola mengatakan bahwa Tony punya semacam magic yang bisa membuatnya takut dan mengalah.

Bersamaan dengan itu, kedok Tony yang sebenarnya mulai terbongkar. Ternyata bisnis pakaian jadi cuma kedok Tony untuk mengambil hati Ola. Menjelang kelahiran anak pertama mereka, Tony kembali ke bisnis asalnya, yaitu bisnis narkotik.

Di dalam bisnisnya itu, Tony mengajak Ola. Ola akhirnya tunduk daripada harus terus disiksa.  Namun dari bisnis itu Ola mengaku tak sedikit pun uang dia dapatkan, jika pun dia dapat uang itu pasti habis untuk pengobatan bekas siksaan Tony.

Walaupun Ola mengerjakan bisnis itu dengan terpaksa, tapi posisinya berangsur-angsur meningkat menjadi drug trafficker (orang yang mengatur lalu lintas narkotik jenis heroin dan kokain). Dari pekerjaan nya itu dia mendapat penghasilan US$ 200 untuk sekali pengiriman kurir ke luar negeri.

Kehidupan Ola dan Tony melonjak, mereka mengontrak dua rumah sekaligus. Melihat Ola yang kaya raya, kedua sepupunya, Rani Andriani dan  Deni Setia Maharwan pun datang meminta bantuan.
Rani meminjam uang Rp 5 juta. Kemudian Ola yang mengaku tidak punya uang lantas mengajak Rani dalam bisnis setan itu. Dari setiap pengiriman, Rani memperoleh honor lebih dari Rp 1 juta. begitupun Deni, dia bergabung dengan Ola karena terlanjur dipinjami uang Rp 20 juta oleh Tony. Akhirnya dia pun ikut menjadi kurir.

Ola dan kedua sepupunya hanya sebagian kecil dari komplotan sindikat narkotika internasional yang di koordinir oleh Tony. Berkali-kali mereka keluar-masuk Indonesia tanpa terjaring pengujian sinar X di bandara.

Pada 12 Januari 2003, Rani dan Deni keburu tertangkap polisi ketika mereka sudah berada di pesawat menuju ke London, polisi menyita 3,5 kg heroin dan 3 kg kokain dari mereka. Ola ditangkap di parkiran mobil bandara beberapa menit sesudah itu. Petugas menemukan heroin sebanyak 3,5 kg di rumahnya. Pada hari yang sama, Tony bersama 4 temannya tewas dalam adu tembak dengan polisi yang menyergap. Lokasi Tony pun diketahui petugas dari kesaksian Ola.

Desakan polisi pada Ola telah menghancurkan magic Tony pada Ola atau mungkin cerita mistik itu hanya omong kosong. Menurut Alex Bambang, pemimpin operasi penangkapan Ola dan sepupunya, Ola sangat pandai bersandiwara. Alex juga tidak percaya bahwa keterlibatan Ola itu hanya keterpaksaan semata. Bahkan berdasarkan penyelidikan polisi, dunia hitam itu sudah digeluti Ola semenjak dia sebelum menikah dengan Tony.

Analisis

1. Struktur Sosial
Individu (I)     : Merika Franola alias Ola
Status             : Istri Tajudin alias Tony
Peran              : kurir pengantar narkoba   
Individu (II)    : Tajudin alias Tony
Status             : Suami Merika Franoila alias Ola
Peran              : anggota komplotan sindikat narkoba Internasional
Individu (III)   : Rani Andriani
Status             : Sepupu dari Merika Franola alias Ola
Peran             : kurir pengantar narkoba    
Individu (IV)   : Deni Setia Maharwan
Status            : Sepupu dari Merika Franola alias Ola
Peran            : kurir pengantar narkoba
Individu (V)   : Asep
Status           : Hakim 
Peran            : pengadil
Individu (VI)  : Mursidi
Status           : jaksa
Peran            : pengadil
Individu (VII)    : Alex Bambang Riatmojo 
Status               : Kepala Direktorat Reserse Metro Jaya
Peran           : Pimpinan Operasi Penangkapan Ola dan kedua sepupunya di Bandara Internasional Seokarno- Hatta .

2. Berdasarkan 4 Tindakan Max Weber
- Tindakan Rasional Instrumental
Tony berkedok menjadi seorang pengusaha pakaian jadi untuk menarik hati Ola. Kemudian memanfaatkan Ola sebagai kurir pengantar narkoba ( Drug Trafficker)
- Tindakan Rasional Berorientasi Nilai
Tony bersikap baik kepada Ola pada awal-awal pernikahnnya.
- Tindakan Sosial Ofektif
Pelampiasan kemarahan Tony terhadap istrinya dengan kekerasan

3. Berdasarkan Integrasi Fungsional
- Ola harus menuruti apa kata Tony yang menjadi suaminya
- Kedua sepupunya harus menjadi pengantar narkoba ( Drug Trafficker) agar mendapat pinjaman uang dari tony

4. Berdasrkan Aras :
- Aras Organisasi Sosial 
Keluarga yang dibangun Tony dengan Ola hanya dimanfaatkan oleh tony sebagai salah satu jalur untuk mengedarkan narkoba
- Aras Institusi
Kejaksaan (memutuskan hukuman mati terhadap Ola dan kedua sepupunya)
Kepolisian (melakukan penangkapan terhadap Ola serta kedua sepupunya)
- Aras Mikro
Interaksi antara Ola dan Tony dalam keluarga sering dengan kekerasan
- Aras masalah Sosial
Ola selalu menjadi korban kekerasan dalam rumah tannga yang dilakukan Tony
Kedua sepupunya harus menjadi korban dikarenakan agar mendapatkan  pinjaman uang dari Tony

0 komentar:

Posting Komentar