Januari 28, 2014

Mengisi Liburan -- Hobby

BY R. IRINNE DEVITA ARIANY IN , , No comments

Always jam segini tuh mata gua belum bisa terpejam. Masih seneng ngegerakin jari-jari ini di papan kunci. Padahal udah bingung mau ngapain. Okedeh guys daripada bengong-bengong, mending gua share tentang hal-hal yang gua suka ya.


Gua mulai dari hobi gua ya. Hobi gua itu  MAIN FUTSAL J dan  NONTON BOLA 
Hobi nyeleneh bagi seorang cewek ini mulai muncul pada akhir tahun 2004, ketika gua masih kelas 4 SD. Saat itu lagi masa-masanya Piala Tiger (sekarang AFF Cup) 2004. Untuk pertama kalinya gua terkagum-kagum sama olahraga yang satu ini. Dan pada saat itu juga gua jatuh cinta sama sepakbola. Agak gak logis memang, tapi ya itulah gua, suka gak logis.
 
Usut punya usut ternyata gua nemuin salah satu penyebab gua bisa tergila-gila sama olahraga ini. Ceritanya gini, dulu sewaktu gua masih unyu imut, masa-masa TK, gua pernah benci banget sama olahraga ini. Why? Suatu hari di ruang tamu ada bokap gua bersama teman-teman dan saudara-saudara beliau. Mereka sedang asyik teriak-teriak yang gua gak ngerti kenapa. Katanya yang sedang mereka tonton itu namanya sepakbola. Gua yang masih lugu unyu imut itu gak peduli karena lagi nunggu serial cartoon favorit gua.
Saat jam serial cartoon favorit gua itu tiba, bokap gua beserta kawan-kawan gak juga beranjak dari depan tv. Mereka masih aja asyik disana. Alhasil gua yang sangat labil waktu itu jadi kesel dan langsung pergi ke kamar bokap gua. Kenapa pergi ke situ? Soalnya disitu ada sambungan colokan yang ngehubungin sumber listrik ke tv ruang tamu gua. Dengan satu sentakan, hap! Tebak sendiri apa yang terjadi. (Ine umur lima tahun)
Tau kalimat ini? "Benci jadi Cinta" Itulah sebabnya sekarang gua jadi Gibol a.k.a Gila Bola. 

Kita loncat beberapa tahun. Ceritanya gua udah SMP. Dan gua masih tetep cinta sama bola. Waktu itu gua belum tau sama permainan futsal. Gua masih belum familiar karena pas SD taunya main sepakbola di lapangan gede sama anak-anak cowok sekelas. Yap, itulah gua dulu.
Tapi saat di SMP, gua dapet pencerahan. Emang sih gua masih main bola sama temen-temen cowok sekelas, tapi itu di lapangan yang berukuran jauh lebih kecil, it's called Futsal. Gua mulai kenal sama permainan yang satu ini, dan kebetulan ada seleksi untuk masuk tim futsal putri SMP gua. Langsunglah gua ikut. Mulai dari situ gua kecanduan, tiap sore latihan. Tiap pelajaran olahraga gabung main futsal sama anak cowok.
Naiklah gua ke kelas dua, makin menjadi, gua mulai ikut sparing sana sini sama tim futsal SMP gua. Kami buka sekedar tim futsal, kami keluarga (Cerita selanjutnya--TIM_M3N). Main futsal udah kayak asupan nutrisi buat gua yang kudu banget tiap hari dilakuin. Pulang sekolah sebelum latihan atau sebelum balik ke rumah, gua dan temann2 TIM_M3N suka memonopoli lapangan sekolah kami. Jika ada adik kelas atau anak-anak cowok yang sedang main futsal atau basket di lapangan, kami mengusir mereka dan langsung mengambil alih lapangan buat main futsal. Sampai sekarang gua masih bingung kenapa merek nurut-nurut aja kami usir. Hahah, well itulah awalnya:)) Indahnya bermain futsal:)

Januari 27, 2014

Lampion karakter custom? Yuk di order!

BY R. IRINNE DEVITA ARIANY IN 1 comment

Halo Agan Sista yang kece!
Suka cartoon? anime? atau pengen ngumpulin benda-benda unik favorit? Coba deh yang satu ini, LAMPU TIDUR/LAMPION KARAKTER LUCU DAN UNIK.
 Apa yang bikin unik? Karena BISA CUSTOM!
Tinggal berikan contoh foto objek yang Agan Sista inginkan,
foylahh!! Akan langsung berubah menjadi lampion lucu.
MURAH CUMA 60rb-an aja!
Monggo di cek beberapa koleksi kami:))












Sekali lagi CUMA 60rb-an!!
WE ARE TRUSTED ONLINE SHOP!!
NO TIPU-TIPU GAN KAMI JUALAN JUJUR
 
Berminat? Hubungi: 08561638627/ WA: 08979121776 (fast response)
follow twitter kami @ArianyShop
dan Like Facebook kami http://www.facebook.com/ArianyShop

Tolong Bantu Perbaiki Pertanian Kami

BY R. IRINNE DEVITA ARIANY IN , , No comments

Resume

Pertemuan antara beberapa jagawana yang dipimpin Ade Suharso dengan beberapa tokoh masyarakat di Kondolo sangat menyejukkan. Tak ada kesan saling bermusuhan, bahkan ketika dibuka dialog mereka pun dengan lancar mengungkapkan apa–apa yang mereka alami.

Kepala Dusun Kandolo, Manap, mengunkapkan bahwa ia tahu bahwa tugas beberapa jagawana adalah untuk menjaga hutan. Tetapi, warga sendiri terpaksa membuka hutan untuk mempertahankan hidup. Umumnya, masyarakat disini bukan pencari kayu untuk di jual melainkan untuk di bikin menjadi kayu arang. Pekerjaan membuat kayu arang tersebut dilakukan karena warga daerah ini sudh tidak bisa bersawah lagi karena dilanda kekeringa dan hama tikus.

Hal senada juga diungkapkan oleh Andi Mappotolo, tokoh masyarakat Kondolo. Ia mengatakan bahwa petugas hendaknya tidak melarang warga yang benar–benar mencari kayu untuk membuat kayu arang.
Usai pertamuan itu, Ade Suharso mengatakan kepada kompas bahwa dusun-dusun yang sulit ditemui karena para petugas jagawana tidak berani untuk berlama-lama di daerah itu karena mereka dimusuhi. Perlawanan warga tersebut merupakan bentuk penolakan paling keras terhadap upaya Balai TN Kutai melakukan penyelamata konservasi ini.

Namun menurut Ade Suharso, ketegangan tersebut dikarenakan putusnya komunikasi antara kedua belah pihak. Hal senada diakui Tony Suhartono, menurutnya, pengelolaan TN Kutai sekarang ini tidak pernah memperhatikan comunity development trhadap pemukiman di dalam kawasan.
Asumsi itu ternyata salah, sekarang yang sulit dikendalikan justru masyarakat di dalam kawasan, bahkan orang luar pun sudah banyak yang masuk. Masyarakat yang bermukim di kawasan TN Kutai mencapai 15.000 orang atau mencapai 3.000 kepala keluarga.

Kompas menyaksikan, bahwa warga yang mencari kayu arang hanya bisa dihitung dengan jari. Yang banyak terlihat justru perkebunan-perkebunan rakyat secara besar-besaran, penebangan dan pengangkutan kayu ulin, pengkaplingan lahan dan pengusahaan tanah. Para pelaku ini bukan hanya rakyat kecil, tetapi juga orang-orang bermodal dan beberapa oknum Kepala Desa serta Babinsa setempat juga ikut membagi-bagi lahan didaerah ini. Menurut Tonny, warga setempat dengan orang luar sudah ada saling kerja sama dalam pembagian lahan TN Kutai.


Menurut Tony, sebenarnya kita sudah mengetahui siapa-siapa saja yang menjadi pelak perambahan di hutan ini, bahkan polisi juga mengetahuinya. Tetapi penegak hukum tidak dilakukan oleh polisi. Perusahan pertambangan batubara terbesar di Kaltim, perusahan pupuk PT Pupuk Kaltim, dan perusahan kilang pengelolahan gas alam cair PT Badak adalah magnet bagi para pencari kerja untuk terus berdatangan.

Menurut Direktur Yayasan Bina Kelola Lingkugan (Bikal), Adief Mulyadi, persoalan TN Kutai tidak bisa dilihat secara parsial. Beban terbesar yang diterima TN Kutai sejak awal, yakni tidak adanya singkronisasi kebijakan hutan antara pemerintah pusat, pemda Kaltim dan pemda Kutai. Dia juga mengatakan, kebijakan penetapan tiga desa definitif tidak disesuaikan oleh kebijakan pengelolaan TN Kutai. Akibatnya, tidak ada batasan yang jelas wilayah-wilayah desa mereka dan kawasan TN Kutai sendiri. 

Analisis

1. Berdasarkan Tindakan Asosiatif
 
-   Kerjasama
  • Ade Suharso dengan tokoh masyarakat dalam mencari jalan keluar dalam masalah penebangan hutan.
  • Warga setempat dengan orang luar tentang pembagian lahan TN Kutai
  • Tokoh masyarakat menjadi sumber informasi bagi warganya untuk terus melakukan pengkaplingan.
-   Akomodasi
  • Petugas jagawana mendatangani Kades Sangkimah untuk meluruskan persoalan temuan kayu.
  • Konsilisasi yang dilakukan petugas dengan masyarakat 
-   Asimilasi
  • Warga desa yang awalnya bekerja sebagai petani bersama-sama merubah pekerjaan mereka menjadi pecari kayu karena sawah mereka kekeringan.
2. Berdasarkan Tindakan Disosiatif
 
-   Persaingan 
Bantuan dari mitra TN Kutai untuk pembinaan masyarakat hanya di daerah pinggiran buffer zone TN Kutai
-   Kontravensi
Andi Mappotolo menolak petugas untuk melarang warga yang benar-benar hanya mencari kayu untuk membuat arang kayu.
-   Konflik 
Para petugas jagawana dihadang massa dan diancam kendaraan mobil mereka akan dibakar oleh massa.

“DRUG TRAFFICKER” DARI CIANJUR

BY R. IRINNE DEVITA ARIANY IN , , No comments

Resume artike

Merika Franola alias Ola, wanita yang sudah di vonis mati oleh majelis hakim pimpinan Asep Iwan Iriawan di Pengadilan Negeri Tangerang, terlihat lebih tegar dibandingkan terhukum mati lainnya. Rani Adriani, sepupu dari Ola yang juga terhukum mati itu agaknya terlihat sulit melupakan vonis mati.

Jalan hidup Ola sangat berliku. Setamat SMA dia merantau ke Jakarta dan menjadi disc jocker. Dari pekerjaannya itu, dia mempunyai anak di luar nikah. Dan untuk menghidupi anaknya itu, Ola bekerja sebagai disc jocker  di berbagai diskotek.

Pada Oktober 1997, dia bertemu Tajudin alias Tony yang berasal dari Nigeria. Tony mengaku berbisnis pakaian jadi. Sejak pertemuan itu, mereka semakin dekat kemudian berpacaran dan tinggal bersama hingga akhirnya Ola pun hamil. Mereka pun langsung menikah di Cianjur.

Pada awalnya mereka hidup bahagia, tapi kebahagiaan itu hanya sekejap. Ola sering disiksa, bahkan sempat di rawat di rumah sakit. Namun, Ola mengaku tetap mencintai Tony. Ola mengatakan bahwa Tony punya semacam magic yang bisa membuatnya takut dan mengalah.

Bersamaan dengan itu, kedok Tony yang sebenarnya mulai terbongkar. Ternyata bisnis pakaian jadi cuma kedok Tony untuk mengambil hati Ola. Menjelang kelahiran anak pertama mereka, Tony kembali ke bisnis asalnya, yaitu bisnis narkotik.

Di dalam bisnisnya itu, Tony mengajak Ola. Ola akhirnya tunduk daripada harus terus disiksa.  Namun dari bisnis itu Ola mengaku tak sedikit pun uang dia dapatkan, jika pun dia dapat uang itu pasti habis untuk pengobatan bekas siksaan Tony.

Walaupun Ola mengerjakan bisnis itu dengan terpaksa, tapi posisinya berangsur-angsur meningkat menjadi drug trafficker (orang yang mengatur lalu lintas narkotik jenis heroin dan kokain). Dari pekerjaan nya itu dia mendapat penghasilan US$ 200 untuk sekali pengiriman kurir ke luar negeri.

Kehidupan Ola dan Tony melonjak, mereka mengontrak dua rumah sekaligus. Melihat Ola yang kaya raya, kedua sepupunya, Rani Andriani dan  Deni Setia Maharwan pun datang meminta bantuan.
Rani meminjam uang Rp 5 juta. Kemudian Ola yang mengaku tidak punya uang lantas mengajak Rani dalam bisnis setan itu. Dari setiap pengiriman, Rani memperoleh honor lebih dari Rp 1 juta. begitupun Deni, dia bergabung dengan Ola karena terlanjur dipinjami uang Rp 20 juta oleh Tony. Akhirnya dia pun ikut menjadi kurir.

Ola dan kedua sepupunya hanya sebagian kecil dari komplotan sindikat narkotika internasional yang di koordinir oleh Tony. Berkali-kali mereka keluar-masuk Indonesia tanpa terjaring pengujian sinar X di bandara.

Pada 12 Januari 2003, Rani dan Deni keburu tertangkap polisi ketika mereka sudah berada di pesawat menuju ke London, polisi menyita 3,5 kg heroin dan 3 kg kokain dari mereka. Ola ditangkap di parkiran mobil bandara beberapa menit sesudah itu. Petugas menemukan heroin sebanyak 3,5 kg di rumahnya. Pada hari yang sama, Tony bersama 4 temannya tewas dalam adu tembak dengan polisi yang menyergap. Lokasi Tony pun diketahui petugas dari kesaksian Ola.

Desakan polisi pada Ola telah menghancurkan magic Tony pada Ola atau mungkin cerita mistik itu hanya omong kosong. Menurut Alex Bambang, pemimpin operasi penangkapan Ola dan sepupunya, Ola sangat pandai bersandiwara. Alex juga tidak percaya bahwa keterlibatan Ola itu hanya keterpaksaan semata. Bahkan berdasarkan penyelidikan polisi, dunia hitam itu sudah digeluti Ola semenjak dia sebelum menikah dengan Tony.

Analisis

1. Struktur Sosial
Individu (I)     : Merika Franola alias Ola
Status             : Istri Tajudin alias Tony
Peran              : kurir pengantar narkoba   
Individu (II)    : Tajudin alias Tony
Status             : Suami Merika Franoila alias Ola
Peran              : anggota komplotan sindikat narkoba Internasional
Individu (III)   : Rani Andriani
Status             : Sepupu dari Merika Franola alias Ola
Peran             : kurir pengantar narkoba    
Individu (IV)   : Deni Setia Maharwan
Status            : Sepupu dari Merika Franola alias Ola
Peran            : kurir pengantar narkoba
Individu (V)   : Asep
Status           : Hakim 
Peran            : pengadil
Individu (VI)  : Mursidi
Status           : jaksa
Peran            : pengadil
Individu (VII)    : Alex Bambang Riatmojo 
Status               : Kepala Direktorat Reserse Metro Jaya
Peran           : Pimpinan Operasi Penangkapan Ola dan kedua sepupunya di Bandara Internasional Seokarno- Hatta .

2. Berdasarkan 4 Tindakan Max Weber
- Tindakan Rasional Instrumental
Tony berkedok menjadi seorang pengusaha pakaian jadi untuk menarik hati Ola. Kemudian memanfaatkan Ola sebagai kurir pengantar narkoba ( Drug Trafficker)
- Tindakan Rasional Berorientasi Nilai
Tony bersikap baik kepada Ola pada awal-awal pernikahnnya.
- Tindakan Sosial Ofektif
Pelampiasan kemarahan Tony terhadap istrinya dengan kekerasan

3. Berdasarkan Integrasi Fungsional
- Ola harus menuruti apa kata Tony yang menjadi suaminya
- Kedua sepupunya harus menjadi pengantar narkoba ( Drug Trafficker) agar mendapat pinjaman uang dari tony

4. Berdasrkan Aras :
- Aras Organisasi Sosial 
Keluarga yang dibangun Tony dengan Ola hanya dimanfaatkan oleh tony sebagai salah satu jalur untuk mengedarkan narkoba
- Aras Institusi
Kejaksaan (memutuskan hukuman mati terhadap Ola dan kedua sepupunya)
Kepolisian (melakukan penangkapan terhadap Ola serta kedua sepupunya)
- Aras Mikro
Interaksi antara Ola dan Tony dalam keluarga sering dengan kekerasan
- Aras masalah Sosial
Ola selalu menjadi korban kekerasan dalam rumah tannga yang dilakukan Tony
Kedua sepupunya harus menjadi korban dikarenakan agar mendapatkan  pinjaman uang dari Tony

Januari 25, 2014

This is H O L I D A Y

BY R. IRINNE DEVITA ARIANY IN , No comments

Udara Segar! Hal pertama yang sangat gua cari dari kata HOLIDAY. Bagi gua liburan adalah udara segar, rehat sejenak dari kejamnya dunia perkuliahan dan dapat bernapas lega. Setelah dijerat oleh dua-minggu-tidak-menyenangkan nya UAS, liburan terasa seperti halnya air di tengah gurun pasir.

Okey lupakan tentang UAS. Ini waktunya bersenang-senang. Sebenarnya belum ada rencana matang mau ngapain gua di liburan kali ini. Pantai. Entah kenapa kata itu yang selalu ada di otak gua. Ingin menenangkan diri. Melihat keagungan Sang Pencipta yang tak ada batasnya. Pantai adalah tempat yang paling tepat.

Sempat berencana pergi ke Pulau Sempu, namun urung karena persiapan yang tidak matang. Ada juga wacana ke Lampung, namun terhalang izin teman-teman dan cuaca yang kurang mendukung. Destinasi lain adalah Pantai Sawarna, namun entah kenapa selalu gagal. anyer, mungkin akan menjadi alternatif terakhir. Kemana pun jadinya, liburan ini  gua harus benar-benar mengunjungi pantai.

Selain pantai, gua juga ingin liburan gua ini produktif. Yap dalam segala hal. Setidaknya ada hal baru yang bisa gua dapatkan di liburan ini. Tidak hanya mengendap di rumah tanpa ada kegiatan yang sia-sia.

By the way, Happy Holiday Guys! Semoga liburan nya menyenangkan dan jangan lupa oleh-oleh bagi yang pulang kampung atau jalan-jalan yah, see yoouuuu!!

Januari 05, 2014

Last 'TEEN'

BY R. IRINNE DEVITA ARIANY IN , No comments

Hari ini adalah hari terakhir gua menyandang embel-embel 'teen'. Embel-embel yang selalu di bangga-banggakan mereka yang menganggap dirinya muda. Tapi di hari terakhir 'teen' gua ini, tidak banyak yang sudah gua lakukan. Tidak banyak kebermanfatan yang gua berikan buat orang lain.

Tapi dibalik itu semua, semoga selama setahun terakhir gua menyandang 'teen' itu membawa keberkahan bagi gua ataupun orang-orang di sekeliling gua. Semoga selama 19 tahun kemarin gua sudah bisa memberika manfaat bagi orang-orang di sekeliling gua. Dan semoga di usia gua yang nantinya akan terus bertambah, bertambah pula kebermanfaatan hidup gua untuk orang lain, amin.

Ya Allah, terimakasih Engkau telah memberikan hamba kesempatan untuk hidup dan merasakan masa muda yang luar biasa. Terimakasih Engkau telah mempertemukan hamba dengan teman-teman yang sangat baik di masa muda hamba. Terimakash Engkau telah mengizinkan hamba untuk menikmati 'Last Teen' hamba. Terimakasih Ya Allah:')

20th (بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرِّحِيْمِ)

BY R. IRINNE DEVITA ARIANY IN , No comments

Malam ini, gua berdoa. Penuh dengan harapan di usia yang tidak lagi muda. Berharap malaikat-malaikatmendengar doa-doa gua. Menyampaikan kepada Sang Pencipta, yang kelak akan mengabulkan semua doa-doa gua.

Dua puluh. Pahit manis hidup sudah gua cicipi. Dua puluh. Tanggung jawab semakin besar. Entah itu untuk diri sendiri maupun amanah-amanh yang diberikan orang lain. Dua puluh. Apakah selama itu hidup gua sudah berguna, sedangkan sisa hidup gua yang tak lagi lama?

Banyak harapan yang tersimpan. Banyak impian yang dikejar. Banyak doa yang dipanjatkan. Berharap semua dapat terkabul dalam sisa hidup yang tak lama ini. Semoga dapat bermanfaat bagi keluarga, agama dan negara, amin.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرِّحِيْمِ
Ya Allah,
Kau ciptakan hamba dari tiada, menjadi ada
Kau jaga dan pelihara hamba dari bayi hingga dewasa
Agar hamba senantiasa bahagia

Ya Allah,
Hari ini tiba juga hamba di usia ini
Hari di mana hamba harus bisa menjadi teladan bagi orang lain
Berkurang pula lah jatah hidup hamba
Hamba harus menjadi lebih bijaksana
Hamba harus menjadi lebih dekat dengan-Mu

Ya Allah,
Berikanlah sisa usia hamba agar menjadi lebih bermanfaat bagi orang lain
Berikanlah sisa usia hamba untuk dapat lebih memandang hidup dengan penuh makna dalam kebesaran-Mu
Berikanlah sisa usia hamba agar hamba dapat membimbing keluarga hamba untuk dapat tunduk dan berbakti kepada-Mu
Berikanlah sisa usia hamba agar hamba dapat lebih bersyukur
atas nikmat dan rizqi yang Engkau anugerahkan kepada hamba

Ya Allah,
Jadikanlah hamba menjadi hamba-Mu yang khusyu’ dan tawadhu’
dalam menerimah hikmah dan berkah-Mu
Bertambah usia dalam hitungan hamba
berkurang pula usia hamba dalam hitungan-Mu
Ya Allah,
Terima kasih Engkau telah mengangkat hamba menjadi makhluk dengan derajat yang tinggi
Terima kasih Engkau telah memberikan cahaya keimanan kepada hamba sehingga hamba dapat lebih mengenal-Mu
Terima kasih Engkau senantiasa menetapkan taqwa kepada hamba

Ya Allah,
Hamba percaya bahwa Engkau akan selalu berikan yang terbaik untuk diri hamba, keluarga hamba, orang tua hamba dan semua sahabat sejati hamba, yang selalu peduli kepada hamba
Hanya pada-Mu lah hamba senantiasa mengabdi dan
Hanya pada-Mu lah hamba senantiasa memohon pertolongan
Kabulkanlah do’a hamba-Mu ini Ya Allah..
Amin..amin..amin.. Yaa Robbal ‘Alamin..

Januari 04, 2014

Being Old

BY R. IRINNE DEVITA ARIANY IN , , 2 comments

"Muda atau tua tidak bergantung pada tanggal dalam suatu masa, tetapi keadaan jiwa. Tugas kita bukan menambah usia pada kehidupan, tetapi menambah kehidupan pada usia…" - Myron J. Taylor

Tepat 24 jam setelah ini gua genap berusia Dua Puluh Tahun. Tidak banyak yang gua senangi ataupun sesali dengan bertambahnya umur gua ini. Hanya sepenggal harapan yang bisa gua panjatkan untuk menyokong kehidupan gua di masa yang akan datang.

Menjadi tua bukanlah sebuah petaka ataupun sebuah anugerah. Usia hanyalah sebuah angka, bukanlah yang menentukan siapa sukses dan siapa produktif. Namun terkadang orang takut menjadi tua. Takut kenapa? Entahlah, coba tanyakan pada diri masing-masing.

Sejujurnya gua pun takut menjadi tua. Takut menghadapi cobaan hidup yang lebih berat. Takut juga pada kenyataan bahwa 'jatah' hidup gua semakin berkurang. Tapi apa gunanya masa muda kalau itu semua ditakutkan? Saat-saat muda adalah saat yang paling tepat untuk mempersiapkan itu semua, bukan hanya sekedar main-main, sehingga ketika umur kita semakin bertambah, kita sudah bisa menyikapinya dengan bijaksana.

Menjadi tua tidaklah se-menakutkan kelihatannya. Toh kita masih bisa menonton kartun, menikmati hidup dan bermain-main. Tapi tanggung jawab terhadap hidup akan menjadi lebih besar. Dan semua itu memang sudah kodrat manusia bukan?

"Tidak ada orang bijaksana berangan-angan menjadi muda kembali." - Jonathan Swift 
"Do not regret getting older. It is a privilege denied to many."

Banyak Jalan Menuju Mimpi

BY R. IRINNE DEVITA ARIANY IN , , 1 comment

Malam ini H-3 UAS dan hasrat belajar masih saja mengendap entah dimana. Buat mengisi kemalasan ini, gua mau share sesuatu nih. Simak yaaa~

Dalam melukis mimpi, kita hanya perlu imajinasi penuh warna agar mimpi itu tergambarkan dengan nyata. Sama halnya seperti menggambar, kita hanya memerlukan alat gambar penuh warna agar gambar tersebut tervisualisasi dengan nyata.
Namun dalam proses meraihnya, tidak hanya cukup dengan imajinasi. Diperlukan usaha-usaha dan strategi dalam mencapai mimpi kita itu. Terkadang, kepuasan dirasakan justru bukan karena terealisasikannya mimpi tersebut, tapi karena prosesnya yang berliku sehingga membentuk keindahan setelahnya.

Gua punya impian untuk membentuk sebuah sekolah untuk anak jalanan. Gua benar-benar mulai itu dari nol. Mulai dari mencari teman-teman yang punya satu misi, dan itu sangat sulit. Tidak semua orang memiliki keinginan seperti gua.
Selain itu gua juga mulai mengikuti organisasi yang berhubungan dengan dunia sosial dan lingkungan, agar mendapatkan dasar-dasar ilmu sebelum memiliki sekolah binaan sendiri. Tapi hal itu tidak semudah yang gua pikirkan.
Akhir tahun kemarin gua mendaftarkan diri sebagai anggota BEM FEMA departemen Sosial dan Lingkungan. Mengabdi kepada masyarakat sekaligus berkontribusi di Fakultas sendiri adalah motivasi gua selain mencari ilmu untuk mencapai impian gua itu. Namun sayangnya Allah berkehendak lain.
Gua justru mendapatkan amanah di departemen KOMINFO. Sangat jauh dari harapan gua sejujurnya.
Sebenarnya KOMINFO adalah salah satu departemen yang gua pertimbangkan dalam pendaftaran saat itu, tapi dengan berbagaimacam pertimbangan gua lebih memilih SOSLING. Mungkin memang jalan menuju impian gua bukan lewat BEM FEMA ini. Kini gua masih mencari jalan-jalan lainnya yang tentu saja pasti tertuju pada impian gua. Semoga:)
Semoga amanah di KOMINFO ini menjadi jalan menuju impian gua yang lainnya, yaitu sebagai layouter suatu majalah, amin:)

"karena Allah itu Maha Adil, Dia tau jalan terbaik untuk kita dan memilik rencana besar untuk kita. Jadi Percayalah, Selalu Ada Jalan."

Januari 01, 2014

Resolusi 2014

BY R. IRINNE DEVITA ARIANY IN No comments


Tahun ini, genap sudah duapuluh tahun gua menjalani kehidupan. Predikat 'teen' sudah tidak lagi gua sandang. Jadi waktunya menanggalkan embel-embel remaja. Umur hanyalah sebuah angka. Proses dan jalan hidup yang kita ambilah yang akan menentukan keberhasilan. Lebih tua tak menjamin sukses dan lebih muda tak menjamin produktif. Inilah resolusi 2014 gua:


  1. Meningkatkan ibadah dari segala aspek.
  2. Melancarkan lagi Al-Qur’an nya.
  3. Hafal Juz 30.
  4. Maksimalkan semester 4, IPK semester 4 minimal 3.00.
  5. Sudah punya pilihan memfokuskan pada komunikasi atau comdev.
  6. Ikut organisasi sosial.
  7. Nonton MU (Kalau kesini).
  8. Nonton Bigbang (kalau kesini).
  9. Nonton Nidji.
  10. Proposal PKM disetujui dikti.
  11. Masuk tim futsal putri IPB.
  12. Memajukan Perusahaan dan Redaksi Koran Kampus IPB.
  13. Memulai petualangan keliling Indonesia.
  14. Bisnis semakin kuat dan permanen.
  15. Mulai membentuk sekolah anak jalanan.
  16. Menurunkan berat badan!
  17. Melancarkan bahasa Inggris dan belajar bahasa asing lainnya.
  18. Rajin olahraga, lari pagi kalau sempat.

Belum banyak yang terpikirkan di awal tahun ini, tapi semoga hal-hal di atas bisa menjadi penuntun untuk tujuan-tujuan gua yang belum terpikirkan lainnya. Semoga semua dapat terlaksana, amin:)

R. Irinne Devita Ariany

BY R. IRINNE DEVITA ARIANY IN No comments




















R. Irinne Devita Ariany 
Tempat, Tanggal Lahir :  Jakarta, 05 Januari 1994
Facebook                      :  R Irinne Devita Ariany
Twitter                         :  @radeninee
Email                           :  raden.irinne@gmail.com
Hobi                             :  Desain, browsing, blogging, nulis, nonton bola, jualan
Minat                           :  Jurnalistik, desain grafis, wirausaha, sepak bola
Cita-cita                       :  Wartawan olahraga, desainer majalah, wirausahawan
Motto                          :  Percayalah, selalu ada jalan. 

Mahasiswa tingkat akhir yang memiliki segudang impian. Selalu berkhayal dan mempunyai imajinasi yang liar. Suka kebebasan tapi mencintai perdamaian. Punya segudang misi untuk membangun negeri. Maniak organisasi. Sedang belajar desain. Sedang mengembangkan bisnis. Lebih suka menjual daripada membeli.

Bersahabat dengan buku-buku tebal penuntun tugas. Deadliner sejati. Sangat suka sepakbola, sedang vakum futsal. Bermimpi mengelilingi Indonesia. Berjuang untuk bisa pergi ke Inggris, Korea Selatan dan Mekkah.

Menyukai Bigbang dan Super Junior. Mengagumi Nidji dan MUSE. Mencintai Manchester United. Sangat ingin bertemu Ilham Jaya Kesuma. Sangat suka makan.