Juni 01, 2012

MEET SUPER JUNIOR (WILL I?) (2)

BY R. IRINNE DEVITA ARIANY No comments


Hingga 2 minggu setelah ke Twins Plaza gua belum juga dapet tiket, calo-calo pada ngejual dengan harga selangit. Gua ga sanggup beli. Dan tiba-tiba tanggal 19 April 2012, showmaxx, promotor yang ngedatengin suju, ngumumin bahwa SS4 indonesia ditambah menjadi 3 hari! Ini kesempatan buat gua beli tiket, gua harus dapet!
20 April 2011, sehari setelah ujian nasional selesai. Jumat siang gua sama rahma langsung mulai petualangan mencari tiket (lagi) ke PRJ. Kita berangkat naik bus trans Jakarta. Sejujurnya kami benar-benar gatau dimana itu PRJ, ya sekali lagi kami modal nekat. Yang kami tau kami harus turun di harmoni untuk transit. Sesampainya di harmoni, kami bertanya ke petugas disana, kami harus naik yang ke jurusan pulogadung dan turun di halte galur, dari galur kami harus naik angkutan umum alias angkot.
Hampir 3 jam sudah perjalanan kami, dan akhirnya kami sampai di halte galur. Kami melihat beberapa orang yang sepertinya akan ke PRJ juga. Kami lupa bertanya naik angkot apa kepada petugas halte, untungnya ada mba2 di jembatan penyebrangan. Kami bertanya padanya, beruntungnya kami, dia mau menunjukan jalan ke PRJ.
Kami naik angkot 53 dan turun di pinggir jalan, dari sana kami jalan kaki menuju pintu depan PRJ. Lumayan jauh perjalanan kami. Sesampainya disana, ternyata perjuangan kami belum selesai. Ternyata penjualan tiket ada di pintu 6A dan kami harus jalan kaki lagi menuju kesana. Dengan tenaga yang mulai hilang, kami kembali berjalan dan akhirnya sampai. Kami memutuskan untuk beristirahat sambil sholat di mushola.
Setelah cukup istirahatnya, kami langsung menuju hall C2. Sialnya pintu gerbang menuju kesana di gembok. Ratusan elf yang sudah datang tidak boleh masuk. Tapi ada sekitar 300 orang yang sudah ada di halaman dalam. Kata petugas disana, mereka adalah elf yang sudah datang dari subuh.
Kami yang berada di luar disuruh menunggu hingga jam 7 malam. Kami di atur untuk membuat barisan. Untunglah gua dan rahma dapet barisan paling depan. Ada beberapa elf yang emosi karena tidak diperbolehkan masuk, tapi dengan gertakkan petugas akhirnya mereka diam.
Kami semua disuruh duduk. Gua dan rahma dapet kenalan baru. Namanya kak azani dan dua orang lainnya. Mereka lebih tua 3 tahun di atas kami. Sambil menunggu jam 7, kami mengobrol dan berbagi pengalaman. Maghrib pun tiba, cuaca menjadi gelap ditambah lagi mendung yang datang. Petir satu per satu mulai menyambar. Elf mulai resah, keadaan mulai tidak bisa dikendalikan lagi.
Untuk mencegah rusuh akhirnya pihak panitia membuka gerbang sebelum hujan. Terasa rintik hujan mulai turun. Kami mulai diperbolehkan masuk per-shaf. 1 shaf, 2 shaf lancar. Kami mengantri dengan tertib. Kemudian kami di masukkan ke dalam sebuah bangunan agar tidak terkena hujan. Semua berjalan lancar sampai akhirnya tiba-tiba hujan turun dengan lebatnya. Ratusan elf yang masih ada di luar gerbang segera berebut masuk agar tidak kehujanan. Suasana jd kacau. Pengap, sesak dan lelah.
Setelah hampir 1 jam kami di atur dan akhirnya suasana kembali tenang. Sekitar pukul 19.30 kami baru di panggil untuk mengambil nomor antrian. Akhirnya gua dan rahma juga di panggil. Kami berjalan dengan sisa tenaga yang ada menuju sebuah gedung.
Di dalam gedung kami duduk dengan rapih. Terlihat beberapa cowok yang diduga calo di usir dari sana, rupanya kali ini panitia lebih selektif. Rahma dapet nomor 300 dan gua 301. Kami pun akhirnya pulang setelah diberikan beberapa pengarahan.
Hampir pukul 10 malam, kami harus pulang ke kost-an kakaknya rahma yang ada di Depok tapi kami gatau harus pulang naik apa. Lagi-lagi dengan modal nekat, kami menuju pangkalan ojek terdekat dan minta di antar ke stasiun kemayoran. Kami naik satu motor berdua, dan langsung meluncur. Kami sempat takut karna abang ojeknya lewat tempat yang gelap dan sepi, gua udah nethink dan gatau harus gimana, intinya gua takut. Tapi Alhamdulillah kami ga kenapa-kenapa dan sampai stasiun dengan selamat.
Perjuangan kami belum berakhir. Sesampainya kami di stasiun berbarengan dengan datangnya kereta terakhir menuju depok. Kami berlari menuju loket pembelian tiket dan menuju peron. Petugas di stasiun menyuruh kami dekat-dekat dengan seorang ibu-ibu agar tidak terjadi apa-apa. Kami takut karna keadaan stasiun sangat sepi dan kereta yang akan kami naiki adalah kereta ekonomi.
Akhirnya kami naik, suasana kereta nya sangat sepi. Hanya ada anak-anak jalanan, banci dan beberapa penumpang laki-laki. Di depan kami ada dua orang anak jalanan cewek yang ya ampun gayanya masa Allah deh. Salah satu di antara mereka duduk seenaknya dengan mengangkat kedua kakinya key bangku, lagaknya kayak bos ckck.
Gua rasanya pengen cepet-cepet sampe tempat tujuan, it’s so crazy you know? ibu-ibu yang ada di sebelah kami ternyata turun di manggarai, sedangkan kami turun di stasiun universitas pancasila, lebih jauh dari ibu itu. gimana nasib kami setelah ibu itu turun? Gua makin takut.
Kami berharap di stasiun selanjutnya akan ada banyak orang yang naik, terutama cewek. Satu dua stasiun kami lewati tapi kereta masih juga sepi. Kami melewati sebuah perumahan kumuh pinggir rel yang sepertinya, maaf, tempat judi dan jablay2. Sepanjang perumahan itu terdengar berbagai macam music dengan volume yang sangat kencang. Gua makin takut dengan keadaan itu.
Tapi untung nya di salah satu stasiun langsung banyak orang yang naik, kami jadi lega. Perut kami mulai lapar dan kami membeli tahu di kereta. Setelah perjuangan yang cukup panjang, kami akhirnya sampai di stasiun univ. pancasila. Dan suasana di stasiun tersebut sangat amat sepi. Hanya ada petugas keamanan. Kami disapa oleh petugas itu dan dia bilang hati-hati sudah malam.
Di saat-saat seperti itu perut rahma sakit, dia kebelet. Haduh gua bingung. Kami menyebrang di tengah jalan yang sangat ramai dengan kendaraan yang berlalu lalang. Kami memutuskan untuk naik taksi. Tapi tidak ada satupun taksi yang berhenti.
Setelah beberapa menit menunggu akhirnya ada taksi yang berhenti, kami lega. And finally kami sampai di gang kost-an kakanya rahma. Dengan sisa-sisa tenaga, kami berjalan menuju kost-an dan sampai. Kami harus segera beristirahat karena harus bangun pagi-pagi dan menuju ke PRJ lagi.
21 April 2012. Tidur gua terasa cuma beberapa menit, gua bangun jam setengah 5 pagi. Gua dan rahma mandi bergantian. Kami makan roti seadanya dan langsung menuju stasiun UI. Kami sampai, dan shock melihat kereta yang akan kami naiki ternyata penuh sesak, sangat penuh sesak. Kami memaksa masuk, untung badan kami kecil jadi kami bisa menyempil.
Gua berada di deket pintu kereta, benar-benar di pinggir. Untungnya ada bapak-bapak yang ngejagain gua. Sampai beberapa stasiun akhirnya gua bisa masuk. Dan di stasiun tanah abang, orang-orang pun turun, kereta menjadi kosong. Gua dan rahma akhirnya bisa duduk.
Setelah beberapa saat akhirnya kami sampai di stasiun kemayoran. Kami kembali naik ojek menuju PRJ. Kami berjalan penuh semangat karna tidak sabar mendapatkan tiket. Kami berjalan menuju hall C2, dan ternyata gerbang nya pun masih di tutup. Kami harus mengantri dengan tertib agar gerbang di buka.
Akhirnya kami di perbolehkan masuk. Kami kembali disuruh menunggu di ruangan semalam. Gua dan rahma dapet kenalan baru lagi. Namanya ka maya dan seorang temannya. Mereka ternyata mendapatkan nomor 600an. Mereka minta tolong sama gua untuk nitip tiket karna gua kosong 2.
Setelah berdiskusi akhirnya gua megang tiket dia, 4 junior sky. Rahma megang titipan temennya, 2 junvip dan 2 super sky. Sedangkan tiket buat gua dan rahma dititipin ke temen nya rahma yang ada di nomor 161.
Gua dan rahma sedikit sanksi, karna takut gak dapet junsky nya. Dan bener aja, temen rahma yang kita titipin bilang kalo junsky udah sold out di urutan ke 100. Lemes. Cukup satu kata itu aja di tambah kecewa. Yasudahlah nasi sudah menjadi bubur. Mau di apain lagi.
Akhirnya ka maya gajadi beli junsky, dia terpaksa beli supersky. Setelah transaksi pembayaran kami keluar gedung. Gua nihil yang kedua kalinya. Gapapa lah yang penting pengalaman nya itu. akhirnya kami pulang bareng rombongan nya ka maya. Di sekitar PRJ juga ada yang jual pernak-pernik suju, dan gua pun beli beberapa.
Pulang dengan tangan hampa, nihil, capek, lelah, laper, kecewa. Mungkin emang belum waktunya ketemu. Kalau emang jodoh gua pasti bisa dapet tiket kok. Allah itu adilJ MEET SUPER JUNIOR, WILL I?

 to be continued...

0 komentar:

Posting Komentar